Ketua KAMMI Tasik Sebut Ada Dinamika di Pengurus Pusat, Instruksikan Kader Fokus pada Gerakan Daerah
Opini

Ketua KAMMI Tasik Sebut Ada Dinamika di Pengurus Pusat, Instruksikan Kader Fokus pada Gerakan Daerah

Penulis: Tim Editor 22 August 2026
Tasikmalaya, Polemik yang terjadi di tubuh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) tingkat pusat turut mendapat perhatian dari jajaran KAMMI di daerah. Ketua KAMMI Tasikmalaya, M. Syafiq Majdi, menyebut saat ini terjadi dinamika kepengurusan di tingkat pusat yang menurutnya mengarah pada dualisme organisasi.

Tasikmalaya Polemik yang terjadi di tubuh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) tingkat pusat turut mendapat perhatian dari jajaran KAMMI di daerah. Ketua KAMMI Tasikmalaya, M. Syafiq Majdi, menyebut saat ini terjadi dinamika kepengurusan di tingkat pusat yang menurutnya mengarah pada dualisme organisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Syafiq saat menanggapi keberadaan Amri yang disebut mengatasnamakan KAMMI dalam polemik yang tengah berlangsung.

“Yang bersangkutan adalah Amri, sudah bukan anggota aktif KAMMI karena sudah dicabut keanggotaannya dari KAMMI karena dinamika di Pengurus Pusat,” ujar Syafiq.

Menurut Syafiq, pencabutan keanggotaan tersebut berkaitan dengan dugaan pengambilalihan organisasi yang menurutnya tidak melalui mekanisme sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KAMMI.

“Singkatnya, di pusat sedang ada dinamika dualisme KAMMI, yakni KAMMI yang resmi hasil muktamar dipimpin oleh Tum Jundi dan ada pihak yang mengaku KAMMI, dalam hal ini yang bersangkutan Amri dan CS-nya,” katanya.

Syafiq menegaskan bahwa dirinya menganggap kepengurusan KAMMI yang dipimpin Tum Jundi sebagai kepengurusan yang sah. Ia juga menyebut kepengurusan tersebut terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

“Maka ana simpulkan yang bersangkutan tidak merepresentasikan KAMMI yang sesungguhnya, yakni di bawah kepemimpinan Tum Jundi yang terdaftar di Kemenkumham,” ujar Syafiq.

Ia juga menilai Amri dan pihak-pihak yang disebut bersamanya tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengatasnamakan KAMMI. “Jadi Amri CS itu bukan kader KAMMI dan yang bersangkutan mengakui dan mengatasnamakan KAMMI yang bukan kewenangannya,” katanya.

Lebih lanjut, Syafiq mengatakan KAMMI Pusat akan memberikan penjelasan resmi mengenai polemik tersebut melalui siaran pers.

“Insyaallah akan ada press release dari KAMMI Pusat menanggapi hal ini,” ujarnya.

Di tengah dinamika tersebut, Syafiq menginstruksikan seluruh kader KAMMI, khususnya kader KAMMI Tasikmalaya, untuk tidak larut dalam polemik di tingkat pusat. Ia meminta kader tetap memfokuskan energi pada pengkaderan serta menjalankan gerakan KAMMI di daerah dan komisariat.

Menurutnya, penguatan kaderisasi dan gerakan di tingkat daerah serta komisariat merupakan hal yang perlu terus dijaga agar kader tetap produktif dan organisasi dapat memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat

Bagikan: