Tasikmalaya, 14 September 2026 โ Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Tasikmalaya bersama DPRD Kota Tasikmalaya dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mendorong hadirnya layanan kereta api lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi transportasi di Kota Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur.
Dorongan tersebut mengemuka dalam audiensi yang dilaksanakan PD KAMMI Tasikmalaya bersama DPRD Kota Tasikmalaya pada Senin (14/9/2026). Audiensi turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta PT KAI Daop 2 Bandung.
Dalam audiensi tersebut, PD KAMMI Tasikmalaya menyampaikan rekomendasi mengenai pentingnya menghadirkan kereta api lokal yang dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mengintegrasikan berbagai moda transportasi di Tasikmalaya dan kawasan Priangan Timur.
Ketua Umum PD KAMMI Tasikmalaya, Muhammad Syafiq Majdi, menyampaikan bahwa kereta api lokal merupakan salah satu kebutuhan strategis dalam pengembangan transportasi dan pembangunan daerah.
โKami mendorong hadirnya kereta api lokal di Tasikmalaya karena transportasi bukan hanya persoalan mobilitas, tetapi juga bagian penting dari pembangunan ekonomi, pendidikan, sosial, dan konektivitas antarwilayah. Kami melihat ada peluang besar untuk mewujudkan hal tersebut melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, PT KAI, dan masyarakat,โ ujar Muhammad Syafiq Majdi.
Menurut Syafiq, kehadiran kereta api lokal berpotensi memberikan dampak berganda bagi masyarakat. Selain menyediakan alternatif transportasi yang lebih terjangkau dan efisien, layanan tersebut juga dapat menghidupkan kembali aktivitas di sejumlah stasiun kecil yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Stasiun-stasiun seperti Manonjaya, Rajapolah, Indihiang, Awipari, hingga Ciawi dinilai memiliki potensi untuk menjadi simpul mobilitas masyarakat apabila terintegrasi dalam layanan kereta api lokal.
โJika kereta api lokal hadir, kita tidak hanya berbicara tentang perjalanan dari Tasikmalaya menuju Bandung atau sebaliknya. Kita berbicara tentang bagaimana masyarakat di sepanjang jalur tersebut mendapatkan akses mobilitas yang lebih baik, bagaimana pusat-pusat ekonomi baru tumbuh, dan bagaimana stasiun-stasiun kecil kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,โ tambahnya.
DPRD Siap Berikan Rekomendasi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya
Salah satu hasil penting dari audiensi tersebut adalah respons positif DPRD Kota Tasikmalaya terhadap rekomendasi yang disampaikan KAMMI Tasikmalaya.
DPRD Kota Tasikmalaya menyatakan kesiapannya untuk memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya agar dapat menindaklanjuti usulan pengembangan kereta api lokal melalui pengajuan kepada pemerintah pusat maupun PT KAI.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai proses awal untuk mendorong pengkajian dan realisasi layanan kereta api lokal di Tasikmalaya.
KAMMI Tasikmalaya mengapresiasi sikap DPRD Kota Tasikmalaya yang membuka ruang kolaborasi dan memberikan dukungan terhadap gagasan tersebut.
โKami mengapresiasi DPRD Kota Tasikmalaya yang menyambut baik rekomendasi ini. Kami berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi langkah konkret agar Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki posisi resmi dalam mengusulkan pengembangan kereta api lokal kepada pemerintah pusat dan PT KAI,โ ungkap Syafiq.
PT KAI: Kereta Api Lokal Memungkinkan untuk Dihadirkan
Dalam audiensi tersebut, perwakilan PT KAI Daop 2 juga menyampaikan respons positif terhadap gagasan pengembangan kereta api lokal di Tasikmalaya.
PT KAI menjelaskan bahwa secara prinsip, layanan kereta api lokal memungkinkan untuk dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan operasional, seperti kondisi jalur, kesiapan sarana dan prasarana, serta potensi kebutuhan penumpang.
Pengalaman pengembangan layanan kereta komuter di sejumlah wilayah Jawa Barat juga menjadi salah satu contoh bahwa transportasi kereta api lokal memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
KAMMI Tasikmalaya menilai respons tersebut menjadi peluang penting yang harus ditindaklanjuti secara serius melalui kajian dan komunikasi antarpemangku kepentingan.
โPernyataan dari PT KAI bahwa hal ini memungkinkan untuk dikaji tentu menjadi kabar baik. Namun, kami memahami bahwa masih ada proses yang harus dilalui. Karena itu, kami mendorong agar semua pihak tidak berhenti pada diskusi, tetapi mulai menyiapkan langkah-langkah konkret, termasuk kajian kebutuhan masyarakat dan pengajuan resmi dari pemerintah daerah,โ jelas Muhammad Syafiq Majdi.
Sejalan dengan Blueprint Integrasi Transportasi Daerah
Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa gagasan pengembangan kereta api lokal sejalan dengan arah perencanaan transportasi daerah.
Integrasi antar moda transportasi menjadi salah satu agenda penting dalam pengembangan sistem transportasi di masa depan. Kehadiran kereta api lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem transportasi yang saling terhubung dengan moda transportasi lainnya.
Sementara itu, Dinas PUPR turut memberikan perspektif mengenai pentingnya dukungan infrastruktur dalam pengembangan konektivitas wilayah.
KAMMI Tasikmalaya memandang bahwa kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi modal penting dalam mendorong terwujudnya sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Dorong Forum Bersama Lintas Daerah Priangan Timur
Selain membahas pengembangan kereta api lokal di Tasikmalaya, audiensi juga menghasilkan gagasan untuk membangun forum bersama lintas daerah di wilayah Priangan Timur.
Forum tersebut diharapkan dapat melibatkan pemerintah daerah Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, hingga Kabupaten Garut.
Menurut KAMMI Tasikmalaya, pengembangan transportasi berbasis rel tidak dapat hanya dipandang sebagai kepentingan satu daerah. Konektivitas transportasi akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dirancang dalam perspektif regional.
โKami berharap ke depan ada forum bersama lintas kepala daerah di Priangan Timur. Karena isu transportasi ini tidak berhenti di batas administratif. Ketika konektivitas diperkuat, maka manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat antardaerah,โ ujar Syafiq.
Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, menyusun rekomendasi bersama, serta mendorong komunikasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan PT KAI.
KAMMI Siap Kawal Rekomendasi
PD KAMMI Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu integrasi transportasi, khususnya pengembangan kereta api lokal, sebagai bagian dari gerakan mahasiswa dalam mendorong kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat.
KAMMI berharap hasil audiensi ini dapat segera ditindaklanjuti melalui rekomendasi resmi DPRD kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya, pengajuan usulan kepada pemerintah pusat dan PT KAI, serta penyusunan kajian yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan transportasi masyarakat.
โKami siap mengawal proses ini. Bagi kami, audiensi hari ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari langkah yang lebih panjang. Kereta api lokal di Tasikmalaya harus menjadi gagasan yang terus dibicarakan, dikaji, dan diperjuangkan bersama hingga memiliki peluang nyata untuk direalisasikan,โ tutup Muhammad Syafiq Majdi.
PD KAMMI Tasikmalaya meyakini bahwa pembangunan transportasi yang terintegrasi merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Tasikmalaya dan Priangan Timur sebagai kawasan yang memiliki konektivitas kuat, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta akses pendidikan dan mobilitas masyarakat yang semakin terbuka.