TASIKMALAYA, Maraknya aksi geng motor yang kembali menelan korban dan mengganggu ketertiban di Kota Tasikmalaya memicu gelombang protes. Aliansi mahasiswa bersama Poros Pelajar menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya pada Selasa (8/9/2026) hingga malam hari.
Massa aksi melancarkan unjuk rasa ini sebagai bentuk kekecewaan atas lambatnya respons pemerintah daerah dan aparat dalam mengatasi teror geng motor yang meresahkan warga. Massa menolak berdialog di jalanan dan bertahan mendirikan tenda di depan gerbang karena menuntut pembahasan 10 poin tuntutan dilakukan secara transparan di dalam Gedung DPRD serta menghadirkan Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya.
Di antara poin tuntutan utama yang disampaikan, massa mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk:
Situasi yang bertahan hingga malam akhirnya mereda setelah jajaran pejabat daerah dan Wali Kota Tasikmalaya menemui massa aksi untuk menyepakati komitmen penyelesaian serta tindak lanjut atas tuntutan yang diajukan. Massa menegaskan akan terus mengawal realisasi janji tersebut demi menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya.